Yinwa berjalan sendiri menembus gelapnya hutan yang kini terlihat semakin kencangkan. Angin malam yang mulai menghembus tubuhnya. Dedaunan berwarna hijau seketika berubah warna menjadi hitam. Bulan yang semula bulat perlahan tertutup awan hitam pekat. Langit semakin gelap, tanpa penerangan sama sekali. Pandangan mata Yinwa terbatas. Dia memutar tubuhnya, merasa aura mencengkam mulai mengelilingi sekujur tubuhnya. Dia memejamkan matanya, merasakan angin berhembus ke tubuhnya begitu keras. "Siapa itu?" tanya Yinwa. Dia menggerakkan pelan kepalanya. Memasang pendengaran tajamnya. Untuk mendengarkan setiap gerak-gerik yang ada di sana. Meski tanpa membuka kedua matanya. Dia mendengar suara kaki yang menginjak dedaunan kering. Hanya satu kali mendengar suara itu. Seketika angin mulai berhembu

