Nafasnya terengah seolah telah baru saja mendapatkan mimpi buruk. "Tidak... aku tidak akan membiarkan Tia bersama pria lain tidak dengan Tio atau siapapun," gumam Aldy dan bersandar di kepala ranjang, "Tia hanya milikku, dia hanya akan berada di sisiku hingga nafas terakhirku," gumam Aldy kembali dengan tangan terkepal. "Tuan muda sudah sad-" "Panggilkan Tia kemari, aku hanya ingin Tia ada disini," potong aldy dengan nada dingin. "Tapi ini masih jam 10:30am Tu-...." "Aku hanya ingin Tia!" Teriak Aldy dan membuat Rahayu terdiam. Khuk... Khuk... Khuk... Aldy kembali batuk dan tangan yang dia gunakan menutup mulut tadi kembali dipenuhi bercak darah, "Ya ampun Al, kau kenapa nak?" Teriak panik nyonya besar yang baru saja masuk ke kamar Aldy. "Pergi dan panggilkan aku Tia!" teriak Ald

