Beberapa menit yang lalu sebelum Tio pergi menuju kamar Ica. Terlihat Tia berdiri di depan pintu kamar milik nona mudanya, lalu langsung memutar knop pintu, dan disambut oleh teriakan khas milik Ica. "Tiaaa! Syukurlah kau datang. Cepat bantu aku memilih baju yang cocok!" Teriak girang Ica, dan membuat Tia menggelengkan kepala sembari menyinggung senyum. "Tumben sekali, apa kau sudah memikirkan akan menerima tuan muda?" tanya Tia yang sudah mulai memilih-milih baju untuk Ica kenakan malam ini. "Ahh apa kau tidak waras? Aku ... mulai belajar menerima Tio? tidak mungkin Tia, tidak mungkin. Aku hanya ingin memastikan ucapan nenek tadi siang," jawab Ica yang duduk di depan meja rias. Tia mendekat ke arah Ica, dan langsung menundukkan tubuh agar sejajar dengan gadis berkulit putih itu, "Aku

