Ava tersentak, ia mendengar keributan dari luar ruangan tempat ia bersembunyi. Ava berusaha bangkit dan membuka sebuah lubang kecil yang memang sengaja di buat di pintu itu. Lagi-lagi, posisi lubang itu sama persis dengan motif cat dinding kamar orang tua Ava. Ava melihat ke dua orang tuanya dengan tangan terikat, di dorong dengan paksa masuk ke kamar mereka. Ayah dan ibu Ava dalam kondisi yang tidak baik. Kepala mereka berdua mengeluarkan darah segar, seperti habis terkena pukulan sebuah benda tumpul. Ava semakin terkejut, tatkala melihat Raymond dengan pongahnya ikut masuk ke dalam kamar itu. Jason dan Anya terduduk di lantai kamar, mereka berdua sudah tidak berdaya. “Jason! Cepat katakan, di mana kau menyimpan sertifikat itu dan harta berharga lainnya” Raymond memegang rahang kakakny

