Bab 22. Dinner Pertama

1308 Kata

Langit berwarna jingga dengan guratan merah yang memanjakan mata, seolah tengah menembus kegagalan hari ini. Sore datang dengan perlahan, dengan hawa panas yang perlahan mereda—membawa sisa lelah yang belum sempat dibiarkan duduk sejenak, lalu menggantung bersama udara malam. Jalanan Ibukota kembali ramai, macet di beberapa titik. Orang-orang mengendarai kendaraan mereka dengan kecepatan sedang, terkadang suara klakson terdengar riuh di tengah kemacetan. Mereka seolah tengah berlomba untuk segera sampai ke rumah, lalu merebahkan diri di atas ranjang. Di parkiran rumah sakit, sebuah mobil SUV mewah terparkir. Di dalamnya, Zricho menanti Elara sembari memainkan ponsel—mengirim pesan pada Aldi. Tampilan pria itu sedikit berantakan, dasi yang sedikit longgar dengan rambut yang berantakan. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN