Chapter 25 : Alia

889 Kata

“Sekarang Mama tanya. Apa Alia juga sayang sama Alfa?” Deg! *** Kriiing!!! “Alia..Alia, ih dari tadi aku panggilin nggak nyaut-nyaut,” gerutu Keira yang duduk di sebelahnya. Alia tersadar ketika mendengar bel masuk bordering.. “Maaf Kei, aku tadi nggak konsen.” “Mikirin apa sih?” Alia terdiam sejenak, “enggak kok, nggak papa.” Keira memutar bola mata jengah, sikap yang ditunjukkan Alia jelas menandakan ia ada apa-apa. “Kamu nggak mau cerita sama aku?” Guru masuk kelas, suasana kelas yang tadinya ramai menjadi lebih terkontrol saat semua anak-anak duduk di meja masing-masing. “Selamat pagi anak-anak!” “Pagi Pak!” … “Alan, tolong kamu selesaikan soal di papan tulis ini!” titah Pak Sandy—guru kimia di kelasnya. “Baik pak!” Alan maju ke depan dan mengambil spidol hitam. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN