Hari itu sepulang dari sekolah, sesuai janji Alia, ia menemani Alfa pergi ke panti asuhan tempat tinggalnya dulu, ia ingin bertemu dengan pengurus panti. Namun diluar dugaan, saat mereka sampai di sana, mereka melihat bangunannya terbakar. Alfa begitu syok melihat tempat ini terbakar. “Alfa, panti asuhannya?” “Kenapa bisa kaya gini, lalu ke mana yang lain?” Alfa panik. “Bunda Riana, adik-adik dan—“ Alfa tak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Mungkin mereka sudah mengungsi ke tempat yang aman. Aku yakin mereka baik-baik saja.” Dapat terlihat wajah Alfa tampak bersedih. “Alfa!” panggil seseorang dari kejauhan, Alfa langsung menoleh. “Kamu Alfa kan, ini bibi Zaenab, yang sering bantu-bantu bunda kamu bikin makanan untuk anak-anak. Kamu masih ingat?” “Bibi Zaenab?” panggilnya.

