"Makasih, Mas. Udah ajak aku ke sini. Kamu tahu banget kalau aku butuh refreshing." Sania berujar sembari menatap pemandangan atraktif di depan mata, kilau mentari di sore hari ini tidak seberapa menyengat di kala mereka duduk berdua di kap robicon milik Cahaya menyorot pada arah timur sedangkan posisi keduanya ada di sebelah barat. Dua kaleng soda dingin yang baru saja dibeli di minimarket, masih dingin dan mungkin saja akan terasa segar bila dinikmati saat itu juga. "Sama-sama, Sayang. Kita memang perlu meluangkan waktu untuk berduaan kayak gini. Menepikan dulu masalah masing-masing yang bikin kita bakal makin pusing." Lalu kemudian tangan kanan itu terulur menyentuh lembutnya pipi Sania yang tengah merona. Keduanya memang sepakat menjalin hubungan hanya sekadar pura-pura, hanya sebatas

