. . . Tak lama sebuah panggilan datang. Halimah pun mengangkat atas bantuan Novi. Wanita itu mengambil benda pipih milik Halimah di atas nakas. "Ini." Novi menyerahkan ponsel yang sudah tersambung dengan orang di ujung telepon. Perempuan berusia 27 tahun itu sempat heran, melihat nomor tak dikenal yang menghubungi ibu kembar. Halimah meraih benda pipih itu dengan ragu. "Siapa?" tanyanya ketika melihat pemanggil tak ada didaftar kontak. Novi menggedik. "Angkat saja, barangkali penting." Wanita itu menyarankan pada sahabatnya. Dia tahu hati Halimah sedang tak enak. Namun, dia tetap tak boleh mengabaikan apa kepentingannya sendiri. Siapa tahu ini berkaitan dengan kesehatan kembar yang masih dalam pengawasan bidan. Halimah mengangguk. Lalu menekan icon berwarna hijau untuk mengangkat

