Tak lama, sebuah pesan masuk ke ponsel Halimah. Ia pun segera membukanya. Matanya membola. "I, ini?" Hatinya mulai kalut, kenapa yang tampak sibuk bukan pria yang memakai pakaian saat berpamitan padanya tadi. Pikiran Halimah mengembara. Ia mulai mengaitkan perubahan sikap suaminya dengan foto yang dikirim padanya. Sabil yang tiba-tiba lembut dalam sekejap. Perhatian padanya. Bersikap manis dengan mengucap kata-kata cinta dan rindu. Lalu suara serak itu .... "Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Halimah yang terdengar oleh orang di ujung telepon. "Halo, Lim. Ada apa?" tanya Novi di seberang. "Oh." Halimah tersentak dia baru sadar masih tersambung panggilan dengan temannya. "Eum. Nanti aku hubungi lagi, ya, Nov. Maaf." "Oh ya. Gak papa, Lim. Kamu sehat-sehat aja kan?" sahutnya. Tak

