"Ayah kenapa sih, Dek? Kok jadi aneh begitu. Bunda takut terjadi sesuatu." Halimah bicara pada bayinya, seolah bayi yang tidur pulas itu mendengar dan paham ucapannya. "Alhamdulillah yang Bunda takutkan nggak terjadi, tapi sikap ayah bikin Bunda ...." Halimah menggeleng. Menepis hal tidak-tidak dalam kepala. Sadar bahwa ia terlalu banyak berprasangka buruk pada orang lain akhir-akhir ini. "Nanti juga ayah pasti cerita, ya. Dek. Kayanya ayah sekarang hangat ke Bunda karena ada kalian." Halimah tersenyum menatap dan mengusap pipi kemerahan si bungsu, yang letaknya berdekatan dengannya. Halimah mendesah. Lalu rasa kering di kerongkongan, membuatnya menoleh ke nakas. Di mana sebuah cangkir besar terletak di sana. Wanita itu pun meraihnya, untuk meminum isinya. Namun, saat melihat tak ada l

