"Telepon pacarmu. Bilang saya tak jadi memecatnya!" Marni girang bukan main. Tapi tidak dengan Alena. Di satu sisi dia senang Harry akan kembali, tapi di sisi lain dia marah setelah mendengar pernyataan Marni. "Terimakasih, Pak. Saya kedalam dulu. Saya akan langsung menelpon Harry sekarang juga!" Cepat-cepat Marni masuk untuk menghubungi Harry. "Bik Marni dan Harry pacaran?" tanya Alena yang masih belum hilang rasa syoknya. Yudi mengangguk, "Iya. Kamu tahu, mereka diam-diam sering sekamar tanpa sepengetahuan kita. Lucu kan?" cerita Yudi sambil terkekeh. Suhu tubuh Alena panas dingin mendengar cerita suaminya, "Sekamar?" Lagi-lagi Yudi mengangguk, "Hari itu Mas sampai lihat banyak kissmark di d**a Harry. Ternyata pembantu kita itu sangat ganas. Meski usianya terpaut sepuluh ta

