"Apa kau bilang tadi? kau menyekap Chika?" Bram hanya menjawab dengan sebuah tawa mengerikan. "Awas saja kalau kamu berani melukai dia, b******k!" teriak Harry, Bram justru makin suka melihat kemarahannya. "Kamu imut sekali ketika marah Harry. Aku suka melihat wajahmu yang penuh amarah ini!" Tangan Harry mengepal namun dia tidak bisa meledakan kemarahannya. "Apa yang kamu mau sebenarnya Bram, bukankah selama ini aku sudah menuruti semua keinginanmu?" "Nikahi Sinta. Dia wanita yang paling tulus mencintaimu. Setelah kau menikahi Sinta, aku akan langsung melepaskan Chika dan yang lainnya." ucap Bram. "Menikah dengan Sinta? kau gila Bram, ini tidak sesuai perjanjian awal kita." protes Harry. "Kalau begitu biar aku nikahi Alena. Dua pilihan itu saja yang bisa aku tawarkan. Kau h

