37

1123 Kata

Pukul sembilan malam, aku sedang di kamar, membersihkan lemari, mengeluarkan beberapa baju dan memilih beberapa yang akan aku kusambangkan. Kupindahkan juga pakaian Mas Alvin, siapa tahu ia akan pindah ke rumah ibunya setelah percakapan sengit kamu tadi malam. Di jajaran baju yang kugantung masih tersimpan gaun pengantin yang kukenakan sebelas tahun lalu, gaun satin dengan bagian ekor tile panjang dipenuhi payet payet berkilau, perlahan kusentuh gaun itu dan air mataku jatuh begitu saja. "Maafkan aku, karena aku tak bisa menjaga janji suci yang kuucap saat memakai gaun ini." Aku menggumam pada diriku sendiri sambil menghela napas. Di samping gaun itu juga ada beberapa jas suami, kuturunkan salah satunya lalu mencium aroma yang tertinggal di sana. Kupeluk kemeja itu sambil menyesal deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN