"Aku sudah bilang Mi, aku tidak mau menikahi wanita itu." "Kenapa? Bukannya dia hamil anakmu?" "Tapi, aku sadar akan sifat-sifatnya yang buruk jika aku nekat menikahinya maka aku akan tersiksa lahir batin bahkan tak lama lagi akan jadi pasien Rumah sakit jiwa." "Mengapa kau yakin akan seperti itu?" "Dengan keadaan seperti ini saja dia sudah membuatku menggila. Bagaimana kalau aku jadi suaminya nanti? Dia menyusahkanku." "Kau pula, kenapa tidak berkunjung dan pura pura menenangkan?" Aku masih menyimak percakapan ibu dan anak itu dengan berbagai penilaian di dalam hatiku. Secara tidak langsung sikap dan ucapan ibu mertua membuatku ilfil dan kecewa padanya. Begitu buruk dan rendah ia menatap orang orang yang mendekati anaknya, seakan kami para wanita mendekati Mas ALvin demi harta. D

