Bergegas mendengar itu aku segera masuk ke dalam, ibu mertua juga nampak tegang dan segera teralihkan, menyusulku untuk melihat apa yang terjadi. Dari dalam situasi sudah menegangkan, ada Gema yang terlihat takut, Mona yang masih berantakan dengan rambut tergerai nampak berusaha menenangkan tangisan bayinya yang kencang. Bocah kecil itu seakan kehabisan napas oleh menangis. "Gema, ada apa?" Tanyaku pada anakku. "Bund, aku cuma mau cium adek," jawab Gema dengan mimik cemas. "Kamu memukul putraku, buktinya keningnya merah dan dia yang sedang tidur pulas langsung terbangun." "Enggak Tante," sanggah putraku dengan bola mata berkaca kaca. "Kamu ya Mbak, kenapa sih kamu gak didik anak kamu dengan baik sehingga tidak membuat kekacauan seperti ini baru saja aku hendak mandi dan mengganti pa

