"Aku tidak menyangka bahwa kaulah yang telah mengirimkan semua pesan-pesan itu, aku pikir kau mendapatkannya dari informasi orang lain." "Apa bedanya, faktanya, Mona yang kau banggakan, tak rela kau lepaskan adalah p*****r yang mengobral dirinya," jawabku. "Hei, jangan mencela diriku, kau pikir kau suci? Membuntuti orang apakah perbuatan yang baik?" "Aku tidak membuntutimu secara kebetulan aku berada di sini dan melihat kau dengan pria tua itu, apa salahnya jika, aku istri yang penuh kepedulian pada suamiku memberi tahu apa yang sebenarnya, memangnya itu dosa?" ujarku sambil tertawa sinis. "Sebaiknya saya pergi," ucap pria tambun yang sudah berpakaian dan meraih jasnya. Dia mungkin merasa gerah serta sudah tak tahan berada di situasi pertengkaran yang panas. "Mas... tunggu!" Mona me

