78

1061 Kata

Keesokan hari setelah kejadian semalam, aku terbangun agak kesiangan karena malam tadi aku nyaris tidak tidur, gelisah memikirkan tentang sikap Mas ALvin yang berlebihan. Kukerjabkan mata sambil melirik waktu yang tertera di ponselku. Rasanya tubuh ini lelah sekali untuk memaksakan diri bangun dan beraktivitas, lebih nyaman berguling di bawah selimut hangat dan dinginnya hawa air conditioner ini. "Ah, andai hidup ini tidak perlu perjuangan panjang aku pasti akan jadi orang yang paling bahagia di waktu rebahan," gumamku sambil menghela napas dan mengumpulkan kekuatan untuk beraktivitas. Tring.... Kuangkat segera ponselku yang berdering, di sana tertera nama Mas Eko. "Halo, Mas?" "Bagaimana keadaanmu pagi ini apakah Alvin mengganggumu?" "Tidak Mas, Alhamdulillah tidak ada gangguan."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN