Happy Reading . . . *** Menyiapkan sarapan saat pagi hari seperti ini sudahlah menjadi kewajiban untukku. Maupun Bryce tidak pergi bekerja sekalipun, aku tetap harus membuatkannya sarapan pagi. Bersamaan dengan dua telur mata sapi yang sudah selesai aku buat, dan hendak aku pindahkan ke atas piring tiba-tiba saja sebuah pelukan dan kecupan singkat di pipi aku rasakan sehingga sedikit membuatku terkejut. "Bryce..., kau mengejutkanku." Protesku yang membuat sang pelaku hanya tertawa dan melangkah menuju meja makan. "Selamat pagi, aku hanya memberikanmu ciuman pagi saja." "Menyebalkan," balasku sambil melangkah menuju meja makan sambil membawa sepiring telur mata sapi yang sudah aku buat tadi. "Tetapi aku mencintaimu." Bryce pun langsung memeluk pinggangku setelah aku menaruh pi

