"Kak!" Ara menoleh ke asal suara, tersenyum kecil kala mendapati Nita sudah melambaikan tangan dari sebuah kursi. Satu jam sebelum makan siang, Nita mengirimkannya sebuah alamat. Ia bilang ada seseorang yang ingin ia perkenalkan. Seseorang yang dianggap akan memegang kunci paling krusial dalam acara pernikahannya nanti. Tempat yang Nita maksudkan adalah sebuah rumah bertingkat dua yang berada di kawasan padat penduduk. Tiap rumah saling berhimpitan, bahkan kebanyakan tidak memiliki teras. Untuk sampai ke tempat inipun, Ara harus rela mobilnya diparkir di salah satu minimarket sementara dia berjalan menyusuri gang-gang kecil untuk bisa sampai disini. "Mbak, kenalin ini Ibu Ayu." Perempuan paruh baya yang duduk tepat di hadapan Nita sontak berdiri, lantas menyodorkan tangannya yang dengan

