Dua Puluh Empat: Kejutan

2236 Kata

Minggu siang, seharusnya menjadi hari dimana Vinka bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Ia memang sengaja mengajukan diri mengantar sendiri kedua ponakannya ke kediaman orang tua mereka. Mengingat ada janji yang harus ia temui dengan sang ibu. Siapa sangka beberapa jam sebelum kakaknya, Fandi, tiba di Bandung dan memboyong Vinka serta kedua anaknya kembali ke Jakarta. Ada tamu lain yang sukses membuat mulut Vinka menganga. Vinka sedikit bersyukur desain rumahnya, membuat ia bisa mengamati ruang tamu dari lantai 2 tanpa takut terpergok siapapun. Dari tempatnya, ia bisa melihat sesosok ibu-ibu berambut sebahu dengan gaun sederhana berwarna putih gading duduk di salah satu sofa sembari berbincang akrab dengan sang Ibu. Sementara di sebelahnya, ada sosok bapak-bapak dengan rambut mulai memu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN