Aku dan Zulfan mengantarkan Putri ke rumahnya yang ternyata cukup jauh dari taman. Dia menggandeng lenganku dengan erat, sesekali berceloteh kemana-mana tentang apa yang dia tahu. Aku hanya menanggapi sebisa aku, kadang gak faham sama apa yang dia ucapin, sedangkan Zulfan malah asik mengabadikan momen yang mungkin akan langka untuk kami lakukan. “Kak Risa sama kak Zulfan pacaran?” tanya Putri yang menggandeng lenganku dan Zulfan, aku terdiam sesaat, bingung mau jawab apa. “Iya, emangnya kenapa?” balas Zulfan yang tersenyum manis ke arahku. “Engga kenapa-napa, cocok aja gitu kalau kak Zulfan sama kak Risa pacaran. Ceweknya cantik plus baik, terus cowoknya manis sama baik. Baik itu harus sama yang baik juga, biar bisa menebar kebaikan. Kalau sama yang jahat kan bahaya, n

