Hari pertama liburan, rasaya aku pengen terus tidur, jadwal tidurku beberapa hari yang lalu cukup berantakan karena dikejar nilai ekskul, mumpung hari libur dan belum di ajak jalan sama doi, mending tidur sepuasnya dulu. ‘srek..’ Tirai jendela terbuka, sinar matahari langsung menyapa, udara yang dingin juga langsung menyapa. Aku menggeram kesal, pasti ade kurang akhlak yang suka nyari msalah di pagi hari yang cerah. Aku merapatkan selimutku sampai d**a, tapi malah di tarik paksa, membuat aku menggeram kesal lagi. Aku dengan terpaksa membuka mataku yang langsung buram karena masih menyesuaikan cahaya dari sinar matahari, objek yang pertama kali aku lihat adalah sosok Zulfan yang sudah duduk di samping ranjang. Aku langsung mengubah posisiku menjadi duduk, aku mengernyitkan

