Bagian 12

1844 Kata

"Makan ini!" titah wanita itu setelah menaruh nampan berisi semangkuk bubur-- yang ia bawa dari dapur-- ke atas nakas yang ada di samping tempat tidur sang gadis. Selagi menunggu respon dari Pricilla, ia pun tampak bersedekap diiringi dengan pandangan matanya yang menyorot keki. Pricilla yang sudah bisa sedikit demi sedikit mengubah posisi berbaringnya pun hanya menoleh sekilas ke arah nampan tersebut seraya berkata, "Terima kasih, tapi aku tidak lapar." Kontan, mendengar penolakan yang diucap oleh gadis itu, tentu saja Janira memelototkan kedua matanya diikuti dengan munculnya raut wajah yang seolah seperti raksasa jahat yang sudah siap untuk menelan Pricilla hidup-hidup. "Tidak lapar kau bilang?" bentak wanita itu menyalang. Lalu, Pricilla pun telah memiringkan posisi tubuhnya hin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN