Aaron mendongak tatkala telinganya menangkap suara isakan tangis yang tertahan. Mendongak memandang langsung ke arah sang gadis, pria itu pun lantas beranjak dari posisinya semula sembari refleks merangkum kedua pipi sang gadis yang kini sedang dialiri air mata. "Pricilla, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis seperti ini? Apa aku melukaimu?" lontar sang pria menatap panik. Sesekali, ia pun berusaha menyeka air mata yang tak henti mengalir di kedua belah pipi sang gadis. "Katakan, Pricilla! Apa yang membuatmu sampai menangis seperti ini, hem?" tanya Aaron mendesak. Sontak, gadis itu pun menggelengkan kepalanya untuk beberapa saat. "Tidak ada, Aaron. Aku hanya terharu saja saat melihatmu mengajak calon bayi ini berbincang seakan-akan kau sedang mengobrol santai dengan bayi yang sudah

