Siang itu, seorang wanita berambut hitam panjang--tak terawat--yang diikat menjadi satu tengah menelusuri pinggiran jalan dengan kedua tangan yang dipenuhi oleh barang belanjaan. Sesekali, ia tampak menyeka peluh yang menempeli bagian dahi atau pun pelipisnya. Berjalan kaki di bawah cuaca seterik ini, sungguhlah sedikit menyiksa. Tapi mau tidak mau, ia harus berjuang untuk bisa sampai ke rumah dengan tepat waktu, atau kalau tidak kemungkinan besar majikannya di rumah nanti akan memarahinya lagi sekaligus memberikannya pukulan demi pukulan yang begitu menyakitkan. Dulu, ia sempat hidup bergelimang harta bersama pria yang mencintainya tapi sama sekali tidak dicintainya balik. Ia sadar, dahulu kala ia memang sudah terlalu kejam pada pria itu. Mulanya, dia memang hanya ingin menumpang hidup

