"APA KAU SUDAH KEHILANGAN AKAL, AARON?" teriak Daisy kembali menggelegar. Keadaannya seperti dejavu, dan Daisy menatap putra tertuanya itu dengan sorot berang dan menyalang. "Kau bilang kau mencintai wanita p3nggoda itu? Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu, Aaron?" lanjut wanita itu dengan d4da yang bergemuruh dan naik turun. Pria itu membuang napas. "Tidak ada yang salah dari cinta yang kurasa ini, Mom. Dia perempuan baik-baik dan bukan seorang penggoda seperti halnya yang selama ini kau pikirkan!" "Lalu bagaimana dengan yang dialami oleh adikmu? Apa kau sudah lupa jika Maxime mengalami kejadian yang bahkan tidak pernah kita bayangkan sama sekali pada saat itu? Jika bukan wanita b1nal itu yang memulai, maka Maxime pun tidak akan--" "Mom, sadarlah!" hardik Aaron menyela. Untuk sesa

