Bagian 84

1480 Kata

"A-ayah, kau...." Pricilla bergumam dengan samar. Matanya tampak terbelalak saat ia mendapati sosok Benson yang merupakan ayah jahatnya sedang berdiri di hadapannya saat ini. "Ya, ini aku. Apa kabar putriku sayang? Apakah kau rindu pada ayahmu ini, hem?" lontar pria itu tersungging miring. Sementara itu, Pricilla pun sigap untuk berjalan demi menghindari kontak mata dengan ayahnya tersebut. Akan tetapi, saat baru saja Pricilla hendak melangkah, tiba-tiba Benson pun malah kembali mengadangnya dengan cara ia yang meraih lengan sangat anak dan menahannya untuk tidak pergi. Mematung di tempat, Pricilla pun sontak merapalkan doa di dalam hatinya supaya ia dijauhkan dari sejenis kerugian yang berpotensi dialaminya. "Apa kau sudah melupakan sikap sopan santun saat berhadapan dengan ayahmu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN