Bagian 119

1830 Kata

"Maafkan aku, Aaron. Aku terpaksa harus menolak panggilan darimu. Semoga kau mengerti dan tidak berpikiran buruk mengenai penolakan panggilan yang kulakukan barusan. Kelak, aku akan berusaha memberitahumu mengenai surat kaleng yang ke sekian kalinya yang tak henti aku dapatkan dalam beberapa jam terakhir ini," gumam Pricilla setelah sempat menolak panggilan yang ia dapat dari prianya. Ya, tepatnya sepulangnya ia dari persimpangan jalan sesudah memberikan berkas yang Aaron minta sewaktu di telepon. Di tengah perjalanannya menuju pulang, seseorang seperti telah sengaja melemparkan sebuah botol bekas minuman yang di dalamnya diisi oleh secarik kertas yang berisi rangkaian tulisan tangan entah milik siapa. Semula, Pricilla hanya menganggap bahwa tulisan tangan itu mungkin saja ditujukan untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN