Setelah merasa tenang dan tak lagi dihantui oleh perasaan takut seperti di awal, kini Aaron pun terlihat jauh lebih siap menerima kenyataan. Jika pun gadis itu memang benar sedang mengandung, maka tentu Aaron pun harus menerima calon anak yang sedang dikandungnya saat ini. Terlepas dari ia yang sampai sekarang belum berani mengutarakan perasaan yang dimilikinya kepada sang gadis, tapi Aaron berjanji untuk segera mengatakannya saat waktunya sudah tepat. Untuk itu, sembari di iringi oleh helaan napas yang panjang, pria itu lantas berjalan ke arah kamar guna memeriksa keadaan Pricilla yang sedari tadi sudah diabaikannya. "Seandainya dia memang hamil, maka itu artinya tidak lama lagi aku akan menjadi seorang Ayah. Tapi, apakah aku mampu untuk menjadi seorang ayah bagi si calon bayi yang akan

