Ngidam Aneh

1254 Kata

Ferdhy memandang Rida dengan tatapan nanarnya. Ia kemudian bangkit berdiri karena tidak mau menunjukkan kesedihan di depan sang istri. Rida tak mampu menahan tangisnya kala Ferdhy mendekapnya erat. Perempuan itu menangis histeris diperlukan sang suami. "Yang sabar ya, Sayang. Anggap ini ujian kita. Aku rela kehilangan calon bayi kita, asal kamu selalu bersamaku." Sambil mengecup kening Rida penuh sayang, Ferdhy berusaha meyakinkan istrinya. Rida menggeleng tegas. "Nggak, Mas! Sampai kapan pun, aku tetap mempertahankan kehamilanku. Aku akan berjuang untuk melahirkan anak ini. Aku ingin merasakan jadi ibu, Mas. Ini impian kita dari dulu." Ferdhy tahu perasaan istrinya. Rida pasti sangat terpukul mendengar kabar ini. Ferdhy membiarkan Rida memenangkan diri. Mungkin saat ini, bukan waktu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN