Baikan

1703 Kata

"Siapa yang pisah?" ulang Rika. Pintu terbuka sempurna, menampilkan sosok wanita paruh baya tengah berdiri dengan tatapan penuh tanya di sana. Matanya menelisik meminta penjelasan. Ia yankin, telinganya masih berfungsi dengan berar, jadi ia tidak mungkin salah mendengar. Suara milik Rika memecah suasana, seperti air yang akan mendidih. Perempuan paruh baya tersebut berdiri di ambang pintu, sembari menatap Rida dan Ferdhy bergantian. Menelisik keduanya, mencari sebuah kebohongan baru yang mereka sembunyikan. Sepertinya Rika tertinggal beberapa bab cerita yang masih hangat. Padahal, Rika hanya pergi untuk menunaikan tiga rakaat wajibnya. Lalu, kembali lagi setelah merasakan damai di hati. Mengapa sambutannya justru seperti ini? Sepasang netra bening milik Rika masih tertuju pada sepasang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN