"Kau mencariku?" tanya Nila ketika melihat Devan. Sejak kemarin pria yang berstatus suaminya itu seolah mencari kesempatan untuk berduaan. "Akhirnya aku bisa berdua saja denganmu," jawab Devan. Ia maju, tatapan laparnya menyapu tubuh Nila dari kaki sampai kepala. Rasanya sangat risih dan membuat bulu - bulu Nila berdiri. "Ada urusan apa?" tanya Nila. Ia perlahan mundur karena Devan yang ia kenal nampak mulai berubah. Pria ini terlihat liar dan mesom. Ia tidak suka dengan perubahan ini. "Tentu saja aku ingin menjalankan kewajiban sebagai suami. Kau istriku, aku tidak akan pilih kasih padamu dan akan memanjakan mu di atas ranjang," jawab Devan. Nila melolot, dengan cepat ia menolak gagasan Devan. "Jangan repot - repot, aku tidak akan menuntut kewajibanmu. Cukup berikan semuanya pad

