Sejak kedatangan Lidya hari itu, suasana di mansion berubah tanpa ada yang mengatakannya secara langsung. Anita merasakannya paling jelas. Ia menjadi lebih berhati-hati, memilih diam lebih sering, menjaga jarak yang sebelumnya mulai menipis. Bukan karena Haris berubah dingin—justru sebaliknya—melainkan karena Anita sadar, ia berada di wilayah yang berbahaya. Namun Haris tidak bodoh. Ia menyadari perubahan kecil itu. Pagi itu, Anita tidak lagi berdiri terlalu dekat saat membantu Haris mengenakan jas. Tangannya cekatan, tapi cepat menarik diri. Tatapannya tidak lagi berlama-lama. “Kamu kenapa?” tanya Haris akhirnya. “Tidak apa-apa, Tuan,” jawab Anita cepat. “Kamu menghindar.” Anita terdiam sesaat, lalu menunduk. “Saya hanya… menjaga sikap.” Jawaban itu membuat Haris terdiam lebih lama

