"Tuan, pelan - pelan…." Gadis di depannya ini merintih, meringis menggigit bibir bawah ya saat dia menurunkan gaunnya dari bahu Candice sedikit terburu - buru. Membuat kulit melepuh di sana kembali terbuka di bagian yang tergesek jarinya. "Lepaskan." Perintahnya menunjuk onggokan gaun di pinggang gadis itu. "Ini juga." Kali ini dia menunjuk bra yang dipakai Candice. "Ini…" "Disa…" "Baik, Tuan." Bagus. Dia senang saat gadis ini menurutinya. Candice meloloskan gaunnya dan membuka pakaian bagian atasnya, kemudian menunggu perintah selanjutnya dalam diam di tempatnya. "Kemarilah." Dia menunjuk pada ranjangnya sementara dia mengambil kotak P3K dari salah satu laci nakas. Gadis itu menurut dalam diam. Theodore kagum karena dia tetap diam dan tenang. Padahal luka - lukanya terlihat seriu

