Suasana hatinya sedang tak baik seharian ini. Bahkan alkohol pun tak bisa mengembalikan suasana hatinya. Ternyata menyalakan kembali ponselnya untuk melihat siapa saja yang telah menghubunginya hampir sepuluh minggu terakhir, bukanlah hal yang bagus. Dia tak menyesal telah membanting ponsel lamanya hingga hancur berkeping - keping, hanya saja, dia menyesal karena membiarkan orang - orang itu kembali mempengaruhi hidupnya hingga sejauh ini. Tak ada orang yang tahu, bahkan dia tak ingin mengakuinya kepada dirinya sendiri, tapi ada sebagian dirinya yang berkeras bahwa sebenarnya dia mencintai Juliette. Gadis itu cantik. Ya, dia tak akan mengencaninya jika gadis itu tak memiliki penampilan yang menarik. Memang awalnya hanya kebutuhan biologis semata, desakan nafsu sesaat, tapi, kali kedua, k

