Begins With A Kiss

2353 Kata

Cowok yang lagi berdiri bersandar pada dinding kantin itu bernama Razki. Seragam abu yang dikenakannya membuat dia semakin terlihat dewasa. Walau sesungguhnya aku tau, sikapnya masih kekanakan. Tentu saja aku tau, aku sudah memperhatikannya sejak SMP. "Nat, ngapain?" tepukan seseorang di bahuku membuatku mengalihkan pandanganku dari Razki. "Hm? Ga ngapa-ngapain kok," ujarku sembari menyeruput es teh manisku. Mata Ambar—sahabatku— menyisir sekitar. Saat pandangannya melihat satu titik dimana aku tadi terpana, dia menyenggol bahuku. "Pantesan, ada dia.." godanya. Aku hanya tersenyum kecil menanggapi godaannya. Ambar, sahabatku sejak SMP. Intinya ada beberapa anak SMP kami yang masuk ke SMA ini, termasuk Razki itu. "Lo kenapa ga deketin aja sih?" tanya Ambar gemas. Aku memutar mata bo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN