"Ngapain lo?!" Mataku melotot begitu melihat sepasang mata mengintip dari balik jendela kecil yang terletak di bagian atas bilik kamar mandi. "Mau m***m, ya?! Dasar kurang ajar!" Sejenak setelah teriakanku, matanya berkedip cepat dan wajahnya bergerak-gerak, kemudian hilang di balik tembok. "Dasar sialan, jangan kabur!" teriakku kesal seraya membanting daun pintu toilet. Membukanya dengan penuh amarah. "Astaga ngagetin." Aku tak tahu ada dua orang perempuan tengah memakai westafel. Seorang yang mengelus d**a sambil memekik kaget tadi melihatku penuh keterkejutan. Mungkin dia kaget karena ada orang lain selain mereka di sini. Apa wajah sembapku kelihatan jelas? Menghindari tatapan matanya, aku membuang pandangan. Temannya yang tengah sibuk memakai lipstick berwarna alami mengabaikan ket
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


