Sepuluh

1098 Kata

Waktu berlalu dengan cepat,  tak terasa keberangkatan Meisya ke Australia tinggal seminggu. Edwin terlihat gelisah,  karena ia semakin merasa tidak siap berpisah dengan Meisya. Selama beberapa hari ini dicobanya untuk tidak ke kamar Mei, di meja makan ia coba tidak memandang Mei. Ternyata dadanya semakin sakit,  ia bahkan sering sulit tidur. Hanya membolak balikkan badannya dan tertidur jika lewat dini hari. Bahkan beberapa hari terakhir Edwin menenggelamkan dirinya pada pekerjaan kantor dan pulang larut. Begitu capek ia langsung tidur,  dan pagi-pagi sekali ia sudah berangkat. Sebenarnya ada tanya dalam hati Mei,tapi ia merasa ini lebih baik,  sebelum ia benar-benar menyukai Ed akan lebih baik jika rasa itu ia bunuh sekalian. Entah mengapa malam ini Mei merasa agak melow suasana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN