“Jaaameees, kok udah di sini, kan harusnya masih dua hari lagi?" Meisya terlihat senang, James hanya tersenyum dan memberikan bungkusan pada Meisya. "Ini sedikit oleh-oleh, aku pulang lebih cepat karena mama masuk rumah sakit lagi di Perth, aku langsung ke bandara setelah ini, bai Meisya, eh siapa tuh lagi makan ah anak itu lagi, suru pulang dia, bai Mei, doakan mama ya," James berlalu dengan langkah lebar, Meisya hanya mampu melongo melihat James yang pergi bagai angin berlalu. Secepat kilat Mei mengejar James, namun kakinya seolah ada yang menahannya ia hanya mampu berteriak.. "Jaaames mengapa kau tidak menjawab panggilanku kapan hari?" James menoleh dan berhenti, berusaha tersenyum dengan wajah sedih... "Selamat. " Dan James melambaikan tangannya melanjutkan langkah lebarn

