Edwin berdiri dan merentangkan tangannya, Meisya berlari menubruk tubuh besar Edwin dan menangis dalam pelukannya, kelelahan dan kekesalannya selama berada di Perth dan siksaan dalam pesawat tadi ia tumpahkan dalam d**a Edwin. "Heeeeiii heeii sayang, kenapa sampai sesedih ini tangisanmu, kakak minta maaf kalo kakak tidak memenuhi janji, kakak yakin kamu marah sampai meninggalkan apartemen, pergi kemana kamu, untung kakak baru nyampe juga, sejam yang lalu, kakak pikir kamu ada di apartemen eh ternyata apartemenmu kosong, hei sudah berhenti nangisnya, kakak jadi merasa bersalah, segitu kangennya kamu sama kakak sampe kayak gini," Edwin bingung mau tertawa atau sedih karena Meisya masih saja memeluknya dengan erat. Sesaat kemudian Meisya melepas pelukannya. "Kak, kalau bisa du

