Delapan Belas

1311 Kata

Saat akan pulang James pamit pada papa dan mamanya. "Kapan-kapan datanglah ke rumah kami di Pert, kami tunggu ya Meisya,".Mama James tersenyum manis dan sekali lagi mencium dan memeluk Mei. Ya Tuhaaan kenapa juga aku mauuu, mati akuu gimana ini, mereka berharap aku main ke Pert,  awas nanti kamu James,  aku juga kenapa mau, nggak lagi deh. Pikiran Mei mendadak buntu seketika. Selama perjalanan pulang Mei diam saja. Wajahnya ia tekuk sedemikian rupa. "Kok diam Mei?" tanya James dengan nada geli,  ia mengerti kemarahan Meisya. Karena selama acara James mendapat ucapan selamat hampir dari semua kerabatnya bahkan bertanya kapan mereka akan menikah. James menikmati perubahan wajah Mei selama siksaan itu berlangsung. James sengaja membiarkan Meisya bersama dengan kerabat wanitanya, sedan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN