CHAPTER 10 ; Your plan is perfect honey

1091 Kata
CHAPTER 10 : Your plan is perfect honey   Beau restaurant, 20.15.   “Maaf atas keterlambatanku” ucap Jessica tanpa raut bersalahnya.   Pria berusia pertengahan 40an tersebut hanya dapat terpaku menatap kehadiran malaikat berwujud gadis dihadapannya.   Tunggu sebentar….   Bukankah gadis dihadapannya ini adalah iblis boros yang membuat pekerjaannya berkali lipat lebih menyusahkan untuk mengatur keuangannya?!   Bagaimana bisa gadis itu berubah dalam waktu sesingkat ini?   Bukankah itu sangat tidak mungkin?   “Baiklah kau membuatku takut sekarang, berhentilah menatapku, Apa kau kerasukan?” ucap Jessica sebal.   “Y-ya? Ah maaf, saya tidak ber-“   Menyadari bahwa lelaki dihadapnnya ini baik-baik saja, Jessica kembali membuka suaranya.   “Aku akan langsung pada intinya, Tuan William”   Mulut William kembali terkatup saat mendengar ucapan Jessica.   Lelaki itu hanya menganggukkan kepalanya dengan sigap tanpa membuka suara.   “Aku ingin kau mengundurkan diri” potong Jessica.   Sontak saja kedua bola mata William terbelalak saat mendengar ucapan gadis dihadapannya.   Apa apaan ini?!!   “A-apa anda memecat saya nona?” tanya William yang masih tidak paham akan situasi.   Jessica menggeleng sembari menyesap air mineral dingin yang tersedia dihadapannya.   “Aku tidak memiliki wewenang untuk memecatmu” sanggah Jessica santai.   ‘Bagus kau menyadarinya!!’ Batin William membenarkan   “Lalu apa maksud nona?”   Dengan tatapan tegasnya Jessica menatap William, “Kirimkan surat pengunduran dirimu pada ayahku dan bekerjalah sepenuhnya untukku” ucap Jessica lugas.   William kembali membelalakan matanya. Namun setelah mengumpulkan semua pikirannya kembali William kembali menatap Jessica dengan tatapan menyelidik.   “Apa yang anda tawarkan pada saya? Jelas dilihat dari sudut pandang saya, bekerja dengan Tuan Soverall jauh lebih menguntungkan”   Jessica tersenyum lalu mengeluarkan dokumen yang berisi beberapa lembar kertas.   “Didalam sana terdapat perjanjian perjanjian yang akan dilaksanakan saat anda menyetujui bekerja untuk saya”   William membaca tiap kata dengan serius.   Ini hanya perasaannya saja atau dokumen ini memang tidak terlihat berasal dari bocah 17 tahun??   Dan di lembar lembar berikutnya ada rencana kerja yang sudah gadis itu cantumkan disana.   “Nona akan membayar saya dua kali lipat?” ucap William yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.   Jessica mengangguk, “Disana juga tertara, bila kau mengkhianatiku kau harus membayar penalti 20 kali lipat gaji yang kau terima sebelum kujebloskan ke penjara”   William meneguk ludah dengan kasar, sungguh ia tidak percaya ia bisa terintimidasi oleh gadis yang bahkan tidak mencapai setengah umurnya.   “Untuk masalah itu nona tidak perlu cemas” ucap William yakin.   Jessica mengangguk puas. Benak gadis itupun mengiyakan.   Sedikit banyak Jessica telah mengetahui asal usul William.   Lelaki ini mengawali karirnya menjadi seorang anak magang di perusahaan Soverall lebih dari 20 tahun lalu.   Dan kini dia berhasil menjadi manager keuangan pribadi keluarga Soverall. Manager keuangan ‘keluarga’ bukan perusahaan.   Tentu saja lelaki ini sangat bisa dipercaya.   “Namun nona… di sini anda mengatakan akan menginvestasikan 30% uang anda pada perusahaan kecantikan yang bahkan tidak pernah terlihat dimanapun, saya tidak bermaksud meragukan anda hanya saja ini terlalu riskan, Nona”   Jessica mengangguk, ia tahu hal itu terlalu riskan dan ia pun tahu seberapa banyak 30% uangnya.   “Nona, investasi adalah gambling, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, entah hal positif atau negatif, yang kita bisa lakukan adalah memperkirakan jangka kedepannya nona”   Namun yang William tidak kelathui adalah, dalam kasus Jessica, gadis itu tidak melakukan gambling karna ia tahu perusahaan itu akan melejit tinggi dalam beberapa bulan lagi, mereka hanya menunggu dananya dan waktu yang tepat.   Hanya saja…. Tidak mungkin Jessica mengatakan bahwa ia mengetahui masa depan bukan?   Lelaki ini pasti akan mengiranya gila bila ia benar benar mengatakan itu.   “Baiklah, bagaimana bila kita melakukan kesepakatan? Investasi ini akan berbalik lebih dari 3 kali lipat uang yang aku berikan, dan bila itu benar terjadi kau harus bekerja padaku dan menandatangi semua perjanjian yang tertera disana”   Meskipun ia merasa sangat tidak yakin, namun ia merasa tertantang, bila benar apa yang dikatakan Jessica maka bukankah itu sangat luar biasa?   “Bagaimana bila perkiraan anda salah? 30% dari uang anda bukanlah uang yang sedikit Nona”   Jessica mengangguk sekilas, “Aku tahu, bila aku salah, kau bisa lakukan semaumu, aku tidak akan memaksa. Jelas apapun yang terjadi kau tidak akan dirugikan”   Setelah diam beberapa saat akhirnya William menerbitkan senyum professional-nya.   Bocah ingusan yang selama ini ia benci telah menjadi dewi ternyata.   “Baiklah nona-”   “Ah dan satu lagi” potong Jessica.   Jessica mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu.   “Saat ini aku membutuhkan uang dengan nominal tersebut, kau tidak diizinkan melontarkan pertanyaan ataupun mengatakan hal ini pada siapapun” titah Jessica dengan tegas.   Sontak saja William membelalakkan matanya saat melihat nominal yang ditulis Jessica.   Gila! Itu sama dengan cicilan rumahnya selama setahun.   “Baiklah nona”   Sekali lagi, William hanya bisa mengangguk patuh meskipun benaknya dipenuhi dengan keraguan.   ***   3 days later, Soverall’s mansion 12.00.   Jessica menyimpan tasnya dimeja belajar dan mendudukan dirinya dikursi.   Hari ini merupakan hari terakhir ulangan, dan ia lelah bukan main.   Ia bekerja ekstra keras untuk ulangan kali ini. Goals-nya adalah membuat kedua orang tuanya dipanggil ke atas panggung untuk penghargaan murid berprestasi yang memasuki peringkat 1-10 dalam satu Angkatan.   Belum lagi ia harus menyelesaikan rencana yang akan ia jalankan besok.   Dan ditambah dengan dia yang tidak berkomunikasi lagi dengan Alex semenjak kunjungan terakhirnya ke kantor Alex.   Sungguh, ia rasa sebentar lagi akan tumbuh uban di kepalanya.   Kepala kecilnya ini terlalu terbebani banyak hal!   Jessica membuang nafasnya, gadis itu meraih ponselnya dan melihat notifikasi.   08xxxxxxxxxx : Semua sudah saya jalankan nona, meja di Noire Hotel Restaurant telah di reservasi   Tanpa membalas ia kembali mematikan ponselnya dan melemparkannya ke kasur berwarna moccanya.   Jessica tidak bisa menahan seringainya saat semua rencananya berjalan.   ‘Aku tidak tahu balas dendam segini menyenangkannya.’   ***   “Nona telah mereservasi satu meja atas namanya, dan memerintahkan wanita bernama Lucy Bright untuk meresevasi meja lain atas nama Tuan Martino”   Alex mengerinyitkan dahinya saat mendengar laporan tersebut.   Beberapa hari yang lalu Alex merasakan kepalanya dihantam oleh batu besar saat mendengar Jessica makan malam di Beau restaurant bersama seorang pria hampir paruh baya bernama William s****n itu.   Meskipun tidak bisa dikatakan makan malan karena yang mereka lakukan hanyalah memperbincangkan kontrak dan meminum air namun sampai matipun Alex tidak akan rela Jessica berdua bersama pria lain. Persetanan bila itu manager keuangannya yang berumur 40an.   “Lanjutkan” perintah Alex.   “Wanita bernama Lucy Bright berkaitan dengan uang yang Nona Jessica minta pada William”   “Siapa Lucy Bright?” selidik Alex   “Lucy Bright merepukan sekertaris dari tuan Martino”   Seakan kepingan puzzle mulai terbentuk sempurna dikepalanya, Alex menerbitkan senyumnya saat menyadari sesuatu.   ‘Ah rencanamu sempurna sayang.’   *** TBC  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN