Rara masih melahap bubur yang di suapi oleh Rama. Keduanya diam saling tatap ketika tangan Rara ingin mengambil minum. Namun. tangan Rama membantunya jadilah aksi pengang-pengang tangan pun terjadi. "Biar gue aja, " ucap Rama mengambil alih gelas yang tadi di pengang oleh Rara. Dan meminumkan air itu kepada Rara. "Makasih ya Ram," balas Rara tersenyum tulus. Hal itu membuat Rama tertegun. 'Kenapa senyum lo manis sih.' batin Rama seraya membalas senyuman Rara. 'Ais...mikirin apa gue?' seketika Rama sadar akan ucapannya. "Ram, mending sekarang lo keruang dokter obatin luka lo deh," saran Rara yang sedari tadi menatap Rama. "Kenapa emang?" tanya Rama memasukan satu alisnya ke ata s. "Nanti infeksi gimana?" tanya Rara dengan raut wajah khawatir. "Tenang, gue udah biasa kok." balas Ra

