Kania, menatap Sandra. Wanita itu sedang bersungut kesal kepadanya. "Jadi kamu mau, kan?" tanya Kania sekali lagi. "Sandra nggak punya pilihan lain, kan. Mau nggak mau juga harus turutin kemauan kakak." balas sandra kesal. Kania tersenyum. "Jadi kita besok bisa berangkat mas." ucap Kania memeluk suaminya dari belakang. Sang suami hanya tersenyum. "Kamu ini bisa aja yang, untuk ngerjain adikmu ini," kata Dave mencolek dagu Kania. "Tau tuh Mas, istrinya nemu di mana sih." sindir Sandra membuat Dava terkekeh geli. "Di kolong jembatan San," balas Dava Kania yang mendengarnya pun mencubit lengan Dava. "Aw, sakit yang jangan gitu ah." "Lagian Mas ngomongnya seenaknya aja!" balas Kania cemberut. "Maaf sayang, gini-gini aku cinta loh sama kamu." rayu Dave. "Haduh, kalian tuh ya! berasa p

