Penyelamat

996 Kata

"Kamu...," kata siluman rubah itu sambil menancapkan kukunya lebih dalam lagi pada pipiku yang sudah mengeluarkan bercak merah berbau amis. Brak... tiba-tiba aku mendengar suara pintu di dorong dengan sangat keras oleh seseorang dari luar dan seketika aku serta siluman rubah itu mengalihkan pandangan kami ke arah pintu. Di sana aku melihat dua orang pria berbadan tinggi dan tegap memasuki kamar rawat inap Ria. Aku mengenali salah satu di antara mereka, dia adalah Hendra. "Main-mainnya kita lanjutkan nanti ketika pengganggu itu telah pergi," kata siluman rubah itu yang kemudian menghilang bagai di tiup angin. Sepeninggal siluman rubah itu, aku langsung terkapar di atas lantai dengan tubuh penuh luka. Kaki serta pipiku masih saja mengeluarkan cairan berwarna merah, serta beb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN