"Kerambit," jawabku sambil menatap wajah Hendra. Seketika itu Hendra terkejut dengan apa yang baru saja aku katakan. Ya, siapapun mungkin tak akan percaya jika pria itu menggunakan kerambit untuk menggorok suster yang tak berdosa itu demi apapun yang sampai saat ini belum kami ketahui motifnya. "Jangan bercanda kamu Di, masa Kerambit yang digunakan untuk menggorok orang? Itukan hanya sebuah pisau tangan," kata Hendra yang masih saja tak percaya dengan apa yang aku bilang. "Pisau tangan kalau tajam bisa digunakan untuk membunuh lho Hen," kataku menatapnya tajam dan kali ini Hendra hanya bisa diam memikirkan semuanya. Aku tak menyalahkan kata-kata Hendra atau sikap Hendra yang tak terlalu percaya dengan kata-kataku saat ini. Bagaimanapun, Kerambit hanyalah sebuah pisau tangan

