"Kenapa?" tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari mata Hendra. "Karena...," tepat sesaat sebelum Hendra menjelaskan semuanya, ponsel milik Hendra berbunyi dengan sangat nyaringnya hingga membuat dia berhenti berbicara. "Hallo," kata Hendra mengangkatnya. "..." "Ok saya ke sana sekarang," kata Hendra lalu menutup telponnya, "Kita harus pergi." Mau tak mau aku harus mengangkat tubuhku dari pangkuan Hendra dan sedikit memundurkan tubuhku agar dia bisa berdiri. Ada rasa kesal dan sedikit kecewa karen lagi-lagi kebersamaan kami harus terganggu. Bukan hanya kebersamaan yang terganggu, tapi Hendra juga belum menjelaskan alasan dia marah padaku karena aku berlibur ke sini. Tanpa kata dia langsung menggenggam tanganku dengan erat dan mulai melanglahkan kakinya yang mau tak mau aku

