Kemesraan (2)

1034 Kata

Kudengar derap langkah Hendra yang berlari terburu-buru hanya untuk memastikan keadaanku yang baru saja berteriak memanggil namanya. Aku sangat yakin, jika saat ini pasti wajahnya pasti sudah tak karu-karuan, perpadua  antara orang baru bangun tidur dan cemas. "Ada apa, Di?" tanya Hendra dengan wajah yang begitu cemas, khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi padaku. "Lantai kamar mandinya licin, aku terjatuh," kataku sambil berusaha untuk berdiri, dan dengan sigap Hendra membantuku serta menopang tubuhku agar tak terjatuh lagi. Setelah aku berdiri, Hendra sedikit membungkukkan badannya siap untuk menggendongku dan membawaku ke tempat tidur tanpa menghiraukan luka di tangannya. Tapi aku segera memundurkan tubuhku dan menolak sikap manisnya itu. "Aku tak mau lukamu semakin para

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN