Hari-hari berlalu dengan melewati kisah dan juga kenangan yang tak terlupakan. Suara tirai berhasil dimasuki sinar matahari, bola mata berwarna biru dengan rambut bergelombang berwarna cokelat dengan kulit putih, Pangeran Eadric menyipitkan kedua matanya. "Paman Ken! Tutup kembali tirainya. Kau tahu aku masih mengantuk," teriaknya dengan lemparan bantal bulu angsa kepada Kenneth. Suara Pangeran Eadric pun berubah dengan agak serak dan berat. Menjadi seorang Pangeran yang berusia dua puluh tahun dengan tubuh yang kekar dan juga gagah memiliki tinggi tubuh yang cukup berwibawa. Cukup tinggi, bahkan tingginya melebihi Kenneth. "Putera Mahkota, hari ini adalah hari latihan anda berburu bersama Tuan Duke Vale. Lagipula, Tuan Duke sudah bersiap menunggu anda di Ruang Keluarga," bisik Kenn
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


